Featured
KongresNasionalPPKSubudIndonesia
23

Apr15

Membangun Kebersamaan dalam Kongres Nasional PPK SUBUD Indonesia ke XXVII

Tema Kongres Nasional PPK SUBUD Indonesia ke XXVII adalah membangun kebersamaan dengan saling menghargai untuk mewujudkan kemajuan persaudaraan Subud. Salah satunya adalah melalui konsep Rela-One bagi mereka yang bersedia (rela) membantu, saling bekerja sama, menjadi satu (one) demi suksesnya acara Kongres.

Kamis, 19 Februari 2015
Jam setengah tujuh pagi para panitia dan Rela-One sudah berkumpul di depan Wisma Subud, Cilandak, Jakarta Selatan. Satu bis besar dan mobil siap membawa perlengkapan yang diperlukan dalam rangka persiapan acara Kongres Nasional PPK SUBUD Indonesia ke XXVII esok hari. Perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam dan sebagian besar memilih untuk melanjutkan tidur. Setibanya di Marbella Hotel & Convention, masing-masing langsung sibuk berbagi tugas. Beberapa orang memasukan perlengkapan kit sesuai daftar registrasi, ada yang berkeliling mengecek persiapan kamar dan penginapan peserta, ada yang memasang dan mendekor di Ballroom dan Tavern (tempat berkumpul peserta Kongres) atau pun menyiapkan pameran. Malam harinya, seluruh panitia dan Rela-One mengadakan rapat perkembangan terakhir. Dalam kesempatan itu dibagikan pula seragam, yakni dua kaos Rela-One (warna biru dan oranye) serta kain khas Badui. Sekedar info, mengingat Kongres ini diselenggarakan di daerah Banten, panitia menampilkan nuansa Badui yang kental.

Jumat, 20 Februari 2015
Pagi-pagi kehebohan sudah mulai terasa. Panitia dan Rela-One berusaha mengantisipasi kedatangan peserta yang membludak dalam waktu bersamaan. Berdasarkan registrasi, ada 800 peserta yang akan berpartisipasi dalam Kongres ini. Setiap pendamping bis terus melaporkan posisi masing-masing kepada panitia di hotel. Total ada 9 bis besar yaitu, tiga berangkat dari Wisma Subud, Cilandak; tiga dari Jawa Tengah, dua dari Jawa Barat dan satu dari Jawa Timur. Kongres kali ini terasa istimewa karena turut pula dihadiri Ketua WSA beserta seluruh jajaran pengurusnya, Pembantu Pelatih Internasional Area 1 dan banyak saudara Subud dari luar negeri. Pukul tiga sore, dimulai acara Pembukaan Kongres Nasional PPK SUBUD Indonesia ke XXVII. Seperti biasa, Kongres juga mengundang pejabat perwakilan Pemerintah Daerah setempat –dalam hal ini Banten- dan Ibu Direktorat Jendral Pembinaan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi untuk turut memberikan sambutan. Tarian tradisional Badui, Ngaseuk, turut meramaikan acara pembukaan. Kongres pun resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Ibu Siti Rahayu Woryohudoyo. Usai makan malam, seluruh peserta bersama-sama mendengarkan ceramah Ibu Rahayu. Kemudian dilanjutkan dengan Latihan malam bersama.

Sabtu, 21 Februari 2015
Setelah Latihan pagi dan sarapan, sebagian besar menuju Ballroom untuk mengikuti Sidang Pleno I. Selain memilih Pimpinan Kongres, mengesahkan Tata Tertib Kongres, Pengurus Nasional 2013-2015 melaporkan pertanggungjawaban keperngurusan selama dua tahun terakhir. Usai makan siang, acara dilanjutkan dengan Sidang Komisi Organisasi dan Ke-Pembantu Pelatih-an. Kongres kali ini cukup unik karena Sidang Komisi Organisasi tidak dilaksanakan secara pararel bagi setiap bidang, namun bergiliran untuk masing-masing bidang. Ini sengaja dilakukan agar semua utusan dapat memberikan saran dan masukan pada setiap bidang yang dibahas. Beberapa permasalahan misalnya bidang Publikasi dan Enterprise yang diusulkan untuk berdiri sendiri serta nasib Wisma Indonesia yang terkatung-katung. Sorenya, tim WSA, IH area 1 mengadakan presentasi singkat dengan seluruh anggota Subud Indonesia. Bagi peserta yang kurang tertarik mengikuti rapat, mereka memilih mendengarkan pemutaran ceramah YM Bapak, mengikuti aneka workshop atau menonton berbagai pertunjukan yang digelar di Tavern, melihat-lihat sambil berbelanja di Bazar, maupun sekedar ngobrol dengan saudara Subud dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Malam harinya, Ibu Rahayu berkenan memberikan testing kepada anggota wanita dan dilanjutkan kepada anggota pria. Usai Latihan malam bersama, Bidang Pemuda memanfaatkan waktu sampai lewat tengah malam untuk mengadakan rapat sekaligus memilih para calon yang akan diajukan sebagai Ketua Pemuda Nasional.

Minggu, 22 Februari 2015
Hari ini merupakan acara puncak, yaitu pemilihan Ketua Umum PPK SUBUD Indonesia sekaligus pemilihan lokasi Kongres Nasional mendatang. Untuk calon Ketua Umum, diusulkan 4 orang, yaitu Ibu Isti Da Silva, Bapak Lukman Usman, Bapak M. Ridwan dan Bapak Sudarmadji Haryono. Berdasarkan hasil testing DPPN, akhirnya Bapak M. Ridwan terpilih kembali sebagai Ketua Umum periode 2015-2017. Pemuda Nasional juga memilih ketuanya melalui testing dan terpilih Saudara Pandji Alfi dari Jakarta Selatan. Sementara Ketua Susila Dharma Indonesia terpilih adalah Ibu Rahaju Morris. Terakhir, DPPN melakukan testing untuk memilih lokasi Kongres 2017 diantara dua lokasi, Wisma Subud Cilandak atau Yogyakarta. Hasil testing menentukan Yogyakarta sebagai lokasi Kongres Nasional mendatang.

Sampai jumpa di Yogyakarta 2017!