FAQ

Daftar Pertanyaan Tentang Subud yang sering ditanyakan serta jawabannya. Bila Anda ingin mengajukan pertanyaan yang tidak terdapat dalam FAQ ini Anda bisa mengirimkan email kepada kami melalui halaman contact.

 

1 – Apakah Subud sebenarnya?
Subud adalah persaudaraan yang terdiri dari orang yang berbakti kepada Tuhan melalui latihan kejiwaan Subud. Anggota-tersebar di seluruh dunia dan berlatar belakang kebudayaan beraneka ragam serta menganut berupa-rupa agama dan mazhab falsafah.

 

2 – Apakah arti nama Subud?
SUBUD merupakan singkatan SUSILA BUDHI DHARMA. SUSILA menunjukkan sifat insan yang memiliki tabiat manusia yang sempurna sesuai dengan kodrat Tuhan. BUDHI berarti bahwa di dalam diri manusia terdapat suatu daya luhur yang dapat membimbingnya bila ia mampu menginsyafi kehadiran daya tersebut. DHARMA melambangkan penyerahan manusia kepada Kebesaran Tuhan Yang Mahakuasa.

 

3 – Apakah latihan kejiwaan Subud itu?
Latihan kejiwaannya adalah praktek rohani yang merupakan inti pati eksistensi Persaudaraan Subud. Dalam latihan kejiwaan Subud, si pelatih menyerah sepenuhnya kepada, membuka rasa dirinya kepada, dan mengalami kontak langsung dengan Kekuasaan Tuhan. Selama latihan berlangsung, si pelatih hanya mengikuti apa saja yang timbul dalam rasa dirinya dari saat ke saat. Pengalaman ini bersifat sangat pribadi, sehingga masing-masing pelatih akan mengalami hal-hal yang berbeda-beda. Karena apa yang diterima dalam latihan kejiwaan Subud bersifat sangat khas dan dalam, maka pengalaman-pengalaman para pelatih tidak mungkin digambarkan secara memuaskan dengan kata-kata.

 

4 – Subud itu berasal dari mana?
Subud didirikan oleh almarhum Bapak R. M. Muhammad Subuh Sumohadiwijoyo. Bapak (panggilan akrabya di kalangan Subud) menerima latihan secara spontan pada tahun 1925, saat berumur 24 tahun.

 

5- Di mana tempat tinggal Bapak sekarang?
Bapak wafat di Indonesia pada tahun 1987, dalam umur 86 tahun.

 

6 – Apakah tujuan latihan kejiwaan Subud?
Pertanyaan ini dijawab di lain tempat pada situs Web ini, namun secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan utama latihan kejiwaan Subud adalah memberdayakan kita, dengan menyerah kepada Kekuasaan Tuhan serta mengikuti petunjuk-Nya, agar lambat laun dapat mencapai keadaan kodrati kita yang sebenarnya sebagai manusia sempurna, atau insan kamil.

 

7 – Siapa saja diterima masuk Subud?
Asalkan calon anggota sudah mencapai umur 17 tahun, telah menjalankan masa percobaan selama tiga bulan guna mengerti asas dan tujuan Subud, dan tidak ada halangan apa-apa, maka barang siapa akan diterima sebagai anggota Subud.

 

8 – Bagaimana kalau saya beragama? Apakah Subud cocok dengan agama?
Tentu saja. Yang menjadi anggota Subud sebenarnya segala macam orang. Ada yang beragama, ada yang belum. Oleh karena esensi Subud adalah kebaktian kepada Tuhan Yang Mahakuasa, maka tidak ada alasan untuk terjadinya konflik dengan agama Anda. Malah sebaliknya, banyak anggota Subud yang baru setelah mengikuti latihan kejiwaan mulai menghayati agamanya sendiri dan menghormati agama-agama orang lain.

 

9 – Berapa sering dilakukan latihan kejiwaan Subud?
Selama beberapa bulan setelah dibuka, seseorang yang baru menjadi anggota dianjurkan melakukan latihan dua kali seminggu selama setengah jam. Bila sudah cukup terbiasa menerima latihan, dia akan dibenarkan berlatih tiga kali seminggu.

 

10 – Apakah latihan dilakukan dalam kelompok atau seorang diri?
Latihan kejiwaan Subud dapat dilakukan baik dalam kelompok maupun sendirian. Bila keadaan memungkinkan, idealnya ialah berlatih dua kali seminggu dalam grup dan sekali seminggu seorang diri.

 

11 – Apakah pria dan wanita berlatih bersama?
Tidak. Karena sifat pria dan wanita berbeda-beda, maka untuk menghindarkan gangguan atau pelanturan, latihan pria dan wanita dilakukan secara terpisah.

 

12 – Apakah pelatih harus membayar untuk menerima latihan kejiwaan Subud?
Tidak dipungut bayaran untuk diterima sebagai anggota Subud. Namun, maklum Subud harus memikul berbagai ongkos. Oleh karena itu, diminta sumbangan sukarela dari para anggota, sesuai dengan kemampuannya, untuk, misalnya, menutup pengeluaran untuk komunikasi antar anggota dan untuk menyewa atau membeli tempat latihan.

 

13 – Apakah di dalam Subud ada pemimpin?
Tidak ada pempimpin di dalam Subud selain Tuhan Yang Mahakuasa. Namun demikian, untuk melayani para anggota, diadakan dua badan yang berbeda tanggung jawabnya, tetapi saling mengisi, yaitu: Grup pembantu pelatih (anggota yang telah lama mengikuti latihan) pada tingkat lokal, nasional, dan internasional. Tanggung jawab pembantu pelatih meliputi keadaan para anggota, kehadiran pada latihan kelompok, penyampaian penjelasan tentang Subud kepada calon anggota, dan bertindak sebagai saksi pada pembukaan anggota baru. Grup yang dinamakan komite, juga pada tingkat lokal, nasional, dan internasional, yang bertanggung jawab atas kebutuhan Persaudaraan Subud sebagai organisasi.

 

14 – Apa saja kebutuhan Persaudaraan Subud itu sebagai organisasi?
Di berbagai komunitas di seluruh dunia terdapat sebanyak 385 grup Subud. Komite-komite setempat mengusahakan sarana latihan. Di sebagian besar negeri tempat Subud berakar ada organisasi nasional yang mengadakan kongres berkala agar para anggota dapat baik bersilatulrahmi maupun berbakti bersama kepada Tuhan Yang Mahaesa. Semua organisasi nasional mengambil bagian dalam Asosiasi Subud Sedunia (World Subud Association, WSA) dan memilih direktur dan pejabatnya. WSA mensponsori kongres internasional yang diselenggarakan tiap empat tahun sekali. Pada tahun 1997 kongres tersebut akan diadakan di kota Spokane, Washington, Amerika Serikat. Kongres-kongres sebelumnya diadakan di Kolombia, Australia, Inggris, Kanada, Jerman, Indonesia, Jepang, dan Amerika Serikat.

 

ENGLISH

1 – What is Subud?
Subud is both an organization with humanitarian goals as well as an association whose members follow the spiritual practice known as the latihan kejiwaan. The latihan is a contact with the divine force of life.

 

2 – What is the meaning of Subud?
The word “Subud” is not directly connected with Pak Subuh’s name, but is an abbreviation of three Sanskrit words: Susila, Budhi, and Dharma. In Subud, these are approximately translated as follows: Susila means right living in accordance with the Will of God; Budhi means the inner force residing within the nature of man himself; Dharma means surrender and submission to the Power of God.

 

3 – Can I experience Latihan?
If you are seventeen or older and have the sincere wish to worship God it is advised to first become an applicant for no more than three months. The reason for this is to enable individuals interested to become acquainted with those who are part of the association and to get information and clarification about the meaning and aim of Subud. This is necessary so that the individual can really come to some understanding about Subud before s/he elects to join.

 

4 – Can I prepare myself for the opening?
For the opening itself there is no preparation necessary other than to come with an attitude of willingness to surrender to what is received. One receives the contact for the first time by being present with others who are doing their latihan. This is called the opening. The experience varies, but the individual is wholly conscious throughout and is free to stop the latihan at any time.

 

5 – How often do you do Latihan?
It is sufficient to do the latihan for thirty minutes, twice a week preferably with a group of other members. Once the vibration is established and ‘testing’ shows that one is ready, the member is encouraged to do a third latihan at home once a week. It is very important to do the latihan regularly.

 

6 – Do all members of the groups do latihan together?
Members typically go to a local center to participate in the group. Men and woman latihan separately. Members can more fully surrender and feel less distracted when members of the opposite sex are not present.

After a period of sitting quietly, the members are asked to stand, relax and a helper asks the members to begin (and end) their latihan. The experience takes place in a room or a hall with open space. During the exercise, practitioners may find that, in terms of physical and emotional expression, may be vocal, walk, dance, laugh, cry or spontaneously follow any movement they receive.

 

7 – If I do the Latihan am I prohibited from following my religion?
The latihan is in harmony with the essence of all religions and Subud members are encouraged to practice their own religion. This is because Subud is not a religion. There are no creeds, holy books or teachers to follow – just the receiving of the latihan.

 

8 – Am I prohibited from meditation, drugs, or occult exercises?
It is not recommended that you combine other occult practices or drugs with the latihan, Especially any practices that involve concentrating or focusing the mind–which are the opposite of the surrendered state of latihan. If an individual wishes to follow some other mystical approach in addition to the latihan, then they are free to do so but are advised that this can lead to confusion and actually hinders one’s inner growth.

 

9 – Are there any benefits doing the Latihan?
While Subud is not a religion the latihan is a spiritual experience. The latihan works at a very deep level, deeper than the places that your mind and heart can go. Many individuals have found a deeper understanding of their purpose in this life from the evidence they receive for themselves through the latihan.

 

10 – Do members have to pay to receive the Latihan?
No payment is necessary to be accepted as Subud members and to receive the Latihan. But please do understand as an organization Subud has expenses.  That is why members are suggested to donate based on their ability. For instance, expenses for electricity, cleaning service, Latihan space rent, etc